Selasa, Mei 17, 2022
Google search engine
BerandaKesehatanFakta Baru Terungkap, Ternyata Ribuan Kantong Darah di Aceh Dikirim ke Tangerang

Fakta Baru Terungkap, Ternyata Ribuan Kantong Darah di Aceh Dikirim ke Tangerang

MEDIANADNEWS.COM, BANDA ACEH –  Sebanyak 2 ribu kantong darah yang terkumpul dari hasil donor masyarakat dikirim ke Kota Tangerang.  Fakta tersebut terungkap setelah beberapa pengurus PMI Kota Banda Aceh melakukan sidak terkait adanya kecurigaan terhadap stok darah di Aceh, pada Maret lalu.

Seketaris PMI kota Banda Aceh Syukran, mengungkapkan, sudah 2 ribu kantor darah dikirim ke Kota Tanggerang dari periode Januari,  Febuari, dan April di tahun 2022.

Pengurus PMI Kota Banda Aceh memberikan keterangan terkait pengiriman darah hasil donor ke kota Tanggerang, Rabu (11/5).

“Kita tidak pernah diajak komunikasi dalam hal  pengambilan keputusan maupun pengiriman darah keluar,” ujar Syukran  kepada awak media, Rabu (11/5).

Berdasarkan informasi yang ia dapat, ternyata darah yang dikirim tersebut dikenakan biaya Rp300 ribu perkantong. Dirinya juga mengaku tidak mengetahui dasar pengiriman dua ribu kantong darah tersebut ke luar provinsi, karena sepengetahuannya tidak ada perjanjian kerjasama sebelumnya dan permintaan dari pihak di Kota Tangerang.

Meski tidak menyebutkan siapa yang bermain, namun pihaknya, kata Syukran,  sudah melaporkan oknum tersebut ke PMI provinsi Aceh.” Saya menduga ini ada oknum. kejadian ini juga sudah saya laporkan ke PMI Aceh pada April kemarin. Semoga ada tindakan cepat,”ujarnya.

Ketua Bidang Pelayanan Kesehatan Sosial dan UDD PMI Kota Banda Aceh, dr Natalina menuturkan, menyanyangkan terkait ada kejadian tersebut. Ia menuturkan  pengiriman darah keluar Aceh atau provinsi lain memang dibolehkan, asalkan stok darah darah di Aceh harus mencukupi terlebih dulu, dan dilakukan sesuai prosedur yang benar.

Hal tersebut mengacu pada aturan Permenkes No 91 tahun 2015 terkait biaya pengganti pengelolaan darah, yakni Rp 350 per kantong darah dan sama seluruh Indonesia.

“Kalau dibilang mencukupi, seharusnya tidak ada lagi pesan berantai yang dikirim tentang kebutuhan darah. Selain itu juga kebutuhan penderita Thalasemia yang memang harus tertangani dengan cepat, tanpa harus menunggu. Demikian pasien kanker mereka juga harus menunggu, yang seharusnya mereka tak harus  menunggu dan dapat tertanggani dengan cepat.

Dikatakan Natalina, berdasarkan data dari tahun 2018 dari sentra Thalasemia, ada 750 penderita Thalasemia yang masih melakukan tranfusi rutin di rumah sakit Zainal Abidin. “Artinya kalau satu orang memerlukan satu sampai tiga kantong darah, maka paling tidak setiap bulan kita harus membutuhkan 1500 kantong darah  untuk memenuhi pasien thalasemia. Itu belum lagi kepada paisen korban  kecelakaan dan pendarahan karena melahirkan,”jelasnya.(sumber:Rakyataceh.com)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine

Most Popular

Recent Comments