Minggu, November 27, 2022
Google search engine
BerandaLintas DaerahHaji Mabrur, Oleh-oleh Paling 'Berharga' Sepulang dari Tanah Suci

Haji Mabrur, Oleh-oleh Paling ‘Berharga’ Sepulang dari Tanah Suci

Oleh: H Akhyar Mohd Ali MAg*

PUNCAK pelaksanaan ibadah haji telah selesai dilakukan ditandai dengan Wukuf di Arafah pada Jum’at, 9 Dzulhijjah.

Jamaah haji saat ini telah kembali ke Mekkah untuk menyelesaikan rukun haji. Selanjutnya yaitu Thawaf Ifadhah, Sa’i, dan Tahalul.

Jamaah haji sudah bersiap-siap untuk kembali ke Tanah Air bagi yang gelombang pertama dan gelombang kedua tentu akan menuju Kota Nabi Madinah Al-Munawarah, bekal bungong jaroe (cendera hati) tentu sudah dipersiapkan untuk sanak saudara.

Namun jamaah juga memahami bahwa oleh-oleh yang paling berharga sepulang dari tanah suci adalah haji mabrur.

Pesan haji terakumulasi pada Wukuf di Arafah pada tanggal 9 Zulhijjah.

Wukuf artinya “berhenti” yang berasal dari bahasa Arab. Wukuf di Padang Arafah memberi makna fisik kita berhenti di Arafah dan pada hakikatnya jiwa kita menuju Allah SWT

Hal ini melambangkan bahwa di Padang Mahsyar kelak manusia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang di perbuat selama hidup di atas dunia.

Seharusnya manusia insyaf sesungguhnya karena betapa kecil dan kerdilnya kita dan betapa agungnya Allah SWT.

Kemudian semua manusia sama di sisi Allah, berpakaian putih-putih semua berdoa, bersimpuh, meratap tangisan di hadapan Allah Rabbul Jalalah.

Haji Akbar

Pihak Kerajaan Saudi Arabia mengumumkan bahwa tanggal 9 Zulhijjah 1443 H bertepatan 8 Juli jatuh pada hari Jumat. Ini artinya adalah haji tahun ini adalah haji Akbar atau Haji Agung atau haji yang istimewa karena bertepatan pada Sayyidul Ayyam (penghulu hari) hari Jum’at.

Para ulama banyak yang menyebutkan keistimewaan haji akbar di antaranya, ulama kalangan Syafi’iyah menyebutkan bahwa bila Wukuf di Arafah jatuh pada hari Jumat, maka seluruh yang hadir di Arafah mendapat ampunan dari Allah SWT tanpa perantara, tapi bila Wukuf jatuh selain hari Jumat maka keampunan didapat tidak secara otomatis, tapi harus melalui orang yang baik yang diterima hajinya baru yang lain mendapat keampunan.

Ulama Hanafiah menjelaskan bahwa bila Wukuf di Arafah jatuh pada hari Jumat maka itu adalah Haji Akbar dan ganjaran pahala yang diterima para Tamu Allah adalah sama dengan berhaji sebanyak 70 kali. subhanallah.

Berhaji sebanyak 70 kali pasti mustahil kita dapati.

Perubahan sikap secara menyeluruh dari seluruh jamaah haji tentu ditunggu dan dinantikan oleh masyarakat Indonesia pada umumnya.

Karena salah satu ciri haji yang mabrur adalah tidak hanya shaleh/taat untuk dirinya tapi mushlih (shaleh juga untuk orang lain), bermanfaat bagi umat.

Selamat kembali ke tanah air Dhuyufullah dan Dhuyufurrahman

*)Penulis Jamaah Haji Kloter 01 BTJ, Warga Gampong Meunasah Papeun Aceh Besar

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine

Most Popular

Recent Comments