Renungan: Seorang Nenek Mencuri Singkong Karena Kelaparan, hakim Menangis Saat Menjatuhkan Vonis

0
427
Google search engine

Google search engine

MEDIANADNEWS.COM-Diruang sidang pengadilan, hakim Marzuki duduk tercenung menyimak tuntutan jaksa terhadap seorang nenek yang dituduh mencuri singkong, nenek menjawab bahwa hidupnya miskin, anak lelakinya sakit, cucunya lapar

Namun manajer PT. Andalas Kertas tetap menuntut agar menjadi contoh bagi warga lainnya.

Hakim Marzuki yang shaleh itu menghela nafas, dia memutus diluar tuntutan jaksa PU, “maafkan saya”, katanya sambil memandang Nenek itu.

“Saya tidak dapat membuat pengecualian hukum, hukum tetap hukum, jadi anda harus dihukum. saya mendenda anda 1jt rupiah dan jika anda tidak mampu membayar maka anda harus masuk penjara 2,5 tahun, seperti tuntutan jaksa PU”.

Nenek itu tertunduk lesu, hatinya remuk redam, sementara hakim Marzuki mencopot topi, membuka dompetnya kemudian mengambil & memasukkan uang sejumlah 1jt rupiah ke dalam topi tersebut dan berkata kepada hadirin.

“Saya atas nama pengadilan, juga menjatuhkan denda kepada tiap orang yang hadir diruang sidang ini sebesar 50rb rupiah, sebab menetap dikota ini tapi membiarkan seseorg kelaparan sampai harus mencuri untuk memberi makan cucunya,”

”Sdr panitera, tolong kumpulkan dendanya dalam topi saya ini lalu berikan semua hasilnya kepada terdakwa.”

Sampai palu diketuk dan hakim Marzuki meninggalkan ruang sidang, nenek itupun pergi dengan mengantongi uang 3,5jt rupiah.

Termasuk uang 50rb yg dibayarkan oleh PT Andalas Kertas yang tersipu malu karena telah menuntutnya, sungguh sayang kisahnya luput dari pers.

Kisah ini sungguh menarik sekiranya ada teman yang bisa mendapatkan dokumentasi kisah ini bisa di share di media untuk jadi contoh kepada aparat penegak hukum lain agar bekerja menggunakan nurani dan mencontoh hakim Marzuki yang berhati mulia.

اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد

Google search engine
Google search engine

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini