Tinggal Menghitung Hari PON di Depan Mata, Jalan dalam Kota Banda Aceh Bertabur Lubang dan Tergenang

0
172
Kondisi kerusakan jalan dalam Kota Banda Aceh yang bertabur lubang dan tergenang air di Jalan T Iskandar Ulee Kareng.
Google search engine

Google search engine

MEDIANADNEWS.COM, BANDA ACEH — Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut Tahun 2024 akan berlangsung pada 8-20 September mendatang atau sekitar tiga bulan lagi.Meski waktu pelaksanaan PON sudah di depan mata, namun kondisi infrastruktur pendukung kelancaran arus lalu lintas saat ini di wilayah Kota Banda Aceh dan Aceh Besar tidak siap untuk menyambut banyaknya yang akan berkunjung ke Aceh nantinya.

Di antara infrastruktur tersebut adalah kondisi jalan dalam wilayah Kota Banda Aceh yang hancur-hancuran, banyak yang berlubang dan tergenang air saat musim hujan.Kondisi jalan yang bertabur lubang tersebut sepertinya telah dibiarkan selama bertahun-tahun lamanya tanpa tersentuh perbaikan baik oleh Pemko Banda Aceh maupun Pemerintah Aceh sendiri.

Ruas jalan sangat banyak ditemukan berlubang dan tergenang berada di Jalan T Iskandar Banda Aceh. Kerusakan jalan yang berlubang tersebut sejauh beberapa kilometer mulai dari Beurawe, Lambhuk hingga ke arah Ulee Kareng.

Anehnya, kondisi kerusakan jalan itu seperti tidak ada yang peduli, meskipun banyak dikeluhkan oleh warga pengguna jalan.

Masyarakat setempat sudah sering mengeluh karena pemerintah tidak pernah hadir untuk memperbaiki kerusakan jalan berlubang itu, yang sering mengakibatkan terjadinya kemacetan akibat sempitnya jalan.Jalan yang bertabur lubang yang menganga juga terlihat di Jalan T Panglima Nyak Makam Lampineung.

Bahkan sudah sering kejadian pengendara sepeda motor yang terperosok masuk ke dalam jalan yang berlubang tadi.

Berdasarkan laporan warga, sejumlah jalan lainnya dalam kota Banda Aceh juga banyak mengalami kerusakan seperti lubang di sana – sini.Jika selama ini, jalan berlubang tersebut terpaksa harus “dinikmati” oleh warga Kota Banda Aceh, maka ke depan tamu-tamu peserta PON pun akan ikut merasakan kondisi jalan yang rusak dan berlubang ditambah genangan saat hujan turun.Jika hal ini terjadi, tentunya akan sangat mempermalukan Kota Banda Aceh dalam menyambut tamu-tamu PON beberapa bulan lagi.

“Jika dibiarkan saja jalan rusak itu, tentunya ini akan sangat memalukan bagi kita Kota Banda Aceh karena tidak siap menyambut tamu yang datang,” terang warga Banda Aceh Khaidir, Jum’at (3/5/2024).

Sementara itu, Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Irwansyah, mengingatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Banda Aceh agar bersiap menyambut Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh – Sumut 2024 yang akan diselenggarakan pada 8-20 September.

Dia meminta Pemkot segera melakukan langkah-langkah serius dalam mempersiapkan diri dalam menyambut tamu-tamu yang akan datang ke Kota Banda Aceh, seperti memperbaiki jalan yang rusak.

“Jangan sampai kita menjadi tuan rumah yang memalukan, karena jalan rusak dan berlubang, tidak bisa menyambut tamu dengan baik karena ketidaksiapan kita,” ujarnya.

Apalagi, kata Irwansyah, informasi kedatangan tamu sudah jauh-jauh hari disampaikan, sehingga sebagai tuan rumah tidak punya alasan untuk tidak melakukan persiapan dengan baik.Dia juga menyoroti kondisi jalan yang masih belum tertangani dengan maksimal, dimana di beberapa titik yang paling vital di pusat-pusat perkotaan, jalan-jalan protokol dalam kondisi rusak yang pada umumnya dimiliki kewenangannya oleh pemerintah provinsi.

Misalnya, jalan di Simpang Lima dan di Simpang Mesra dalam kondisi berlubang yang cukup besar dan sangat mengganggu pengguna jalan untuk segera ditangani.Selanjutnya, jalan menuju ke stadion utama untuk segera ditangani dengan baik. Dia menekankan, jangan sampai kondisi jalan saat ajang PON dalam keadaan rusak dan berlubang serta tidak tertambal sehingga terkesan tidak baik di mata tamu.

“Nah ini memalukan, memalukan sekali. Jadi ini harus segera disikapi, masih ada waktu. Jangan dibiarkan berlarut-larut, jangan dianggap akan bisa diselesaikan dalam waktu yang mepet,” tukas Irwansyah yang juga Ketua MPD PKS Kota Banda Aceh itu.

Irwansyah juga menyinggung kondisi beberapa ruas trotoar dan pedestrian yang terkesan tidak tapi karena ini akan menjadi catatan dan perhatian dari pengunjung.Dia melihat, di Kota Banda Aceh banyak sekali trotoar dalam kondisi tidak rusak, misalnya kerupnya copot, tidak terperbaiki, dibiarkan begitu saja.

“Ini juga harus segera diperbaiki, Kalaupun itu milik provinsi lagi-lagi pemerintah kota harus proaktif untuk menyampaikan kepada provinsi untuk bisa menanganinya segera mungkin,” tegas Irwansyah.Oleh sebab itu, dia meminta Pemkot Banda Aceh untuk segera melakukan pengecatan misalnya soal lampu-lampu jalan yang sudah berlatar di median-median jalan utama. Jika ada yang mati untuk segera diperbaiki lampunya, diremajakan lagi.

Kemudian yang juga harus jadi perhatian adalah kondisi pedestarian yang selama ini masih banyak yang beralih fungsi. Ini harus segera ditertibkan, diperbaiki dan dikembalikan kepada fungsi yang sebenarnya.

“Karena tamu-tamu kita mungkin itu terutama yang berasal dari daerah-daerah yang ramah terhadap jalan kaki, itu mereka akan banyak berjalan kaki biasanya di kota-kota,” tuturnya.

Penataan parkir juga tak boleh luput dari perhatian. Sedapat mungkin sejak sekarang parkir-parkir yang tidak sesuai dengan aturan atau semerawut untuk segera dipetakan oleh Dinas Perhubungan.Hal ini mengingat dengan banyaknya jumlah tamu yang berkunjung tentunya perlu disediakan lahan parkir yang memadai dan kondisinya baik.

“Nah ini juga harus dipetakan segera dan mulai melakukan penertiban secara serius, secara perlahan. Ruas-ruas jalan utama yang tidak boleh ada parkir itu kalau bisa dipastikan bebas dari parkir, terutama di beberapa tempat kuliner. Yang harus parkir miring dipastikan dengan parkir miring. Sejajar, segaris, parkir segaris,” terang dia. (*)

Sumber:infoaceh

Google search engine
Google search engine

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini