“Tragedi Tekel Brutal yang Dialami Kilul di Stadion Krueng Mane”, Pelajaran Buruk Sepakbola Aceh, PSSI ‘Wajib’ Jatuhkan Sanksi Seberat-beratnya Terhadap Pemain Nakal

0
586
Sekum Persiraja Banda Aceh periode 2017-2022, Rahmat Djailani (kiri) bersama manajemen periode tersebut, membezuk mantan pemain Persiraja Liga1 2021, Akhilul Wadhan di RSUDZA Banda Aceh, Jumat (19/05) 2023 yang juga Kilul harus menepi beraksi di lapangan hijau hingga satu tahun lebih, "akibat tekel horor oleh pemain lawan", pada turnamen tarkam di stadion Krueng Mane, Aceh Utara, Rabu sore 4 hari lalu. (foto:medianadnews.com-istimewa)
Google search engine

Google search engine

BANDA ACEH, MEDIANADNEWS.COM: Sekretaris Umum (Sekum) Persiraja Banda Aceh Periode 2017-2022, Rahmat Djailani menyayangkan kejadian yang menimpa Akilul Wadhan (Kilul) saat memperkuat salah satu tim, di turnamen antar kampung (Tarkam) di Stadion Krueng Mane, Aceh Utara Rabu sore lalu. menurutnya, ini adalah contoh buruk bagi perjalanan sepakbola Aceh, bahkan sudah tersiar hingga ke media luar negeri.

Dengan demikian, Rahmad Djailani mengharapkan kepada Asprov PSSI Aceh sebagai Induk sepakbola tertinggi di Aceh, harus hadir untuk memberikan kepastian dan menjatuhkan sanksi seberat-beratnya kepada pemain nakal, apalagi tekel horor sengaja dilakukan untuk menghentikan karir pemain lain.

“Saya menerima banyak pesan Whatsapp dari Manager-manager Klub Liga 1 dan Liga 2 Indonesia yang mempertanyakan kejadian itu, termasuk mempertanyakan siapa pemain yang melakukannya”, cerita Rahmat kepada awak media, usai membesuk Kilul di RSUDZA Banda Aceh, Jumat (19/05) 2023.

“Tentu saja ini adalah pelajaran buruk dari Sepak Bola Aceh untuk nasional bahkan Internasional”, lanjutnya.

Ketika dimintai komentarnya mengenai kejadian tersebut, Alumni Fakultas Hukum Unsyiah ini menilai bahwa sepertinya ada unsur kesengajaan.

“Saya tidak tau yang melatar belakangi si pemain melakukan itu, akan tetapi kalau dari Vidio yang saya lihat sepertinya memang ada niat untuk mencederai, karena pengalaman saya selama lima tahun mendampingi Persiraja bertanding kemana-mana bisa kita nilai,” Sambung Rahmat.

“Dan waktu menjenguk Akilul saya tanya kepada dia, apakah ada masalah sebelumnya, dan Akilul bilang tidak ada, jadikan kita tidak tau niatnya,” ujar Rahmat lagi.

Ketika ditanya apakah kejadian seperti ini bisa disanksi oleh PSSI Rahmat Djailani menegaskan sangat bisa.

“Sangat bisa, tentu saja, Tarkam sekalipun tetap dibawah naungan PSSI, dan PSSI harus hadir untuk memberikan efek jera kepada sipelaku supaya kejadian-kejadian seperti ini tidak terulang, apalagi inikan pemain muda, seharusnya masih memiliki karir yang panjang”, pintanya singkat. (*)

Google search engine
Google search engine

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini